info mantap
Sep
Siaran Pers Bank Mantap Gandeng UGM Jalin Kerja Sama
Siaran Pers Bank Mantap Gandeng UGM Jalin Kerja Sama

Yogjakarta, Selasa 20 September 2016 bertempat di Graha Sabha Pramana telah ditandatangani nota kesepahaman antara PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang dikenal Bank Mantap dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Penandatanganan nota kesepahaman Layanan Jasa Keuangan dan Jasa Perbankan tersebut ditandatangani oleh Rektor UGM Prof. Ir. Dwikorita Karnawati dan Dirut Bank Mantap Nixon L.P. Napitupulu serta disaksikan Gubernur DI Sultan Hamengkubuwono X Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, bisnis Bank Mantap yang semakin berkembang memerlukan adanya kerjasama dengan pihak lain termasuk dengan Universitas di seluruh Indonesia karena itu Bank Mantap menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menjalin kerja sama dalam hal Pelayanan Produk dan Jasa Perbankan yang salah satunya adalah penyaluran kredit pensiun.  Sampai dengan Agustus 2016 kredit yang disalurkan mencapai Rp 3,20 Triliun atau meningkat sebesar 124,46 persen dari periode yang sama tahun lalu, posisi NPL Bank Mantap posisi Agustus 2016 adalah relative kecil yaitu 0,70 persen dan  cenderung mengalami penurunan dari bulan-bulan sebelumnya.

“Bank Mantap adalah merupakan bank hasil joint venture tiga BUMN yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos Indonesia, dimana ke depan sektor bisnis pensiunan akan menjadi andalan utamanya, namun tidak meninggalkan sektor UMKM yang selama ini telah membesarkannya. Target menjadi salah satu bank terbesar di sektor pensiunan di Indonesia adalah bukan tanpa alasan. Selain didukung dengan jaringan kantor yang terus bertambah hingga saat ini telah berjumlah 109 kantor dan rencana penambahan 34 jaringan kantor baru pada tahun 2016 di beberapa daerah di Indonesia.  Juga didukungan penuh oleh PT Taspen selaku induk perusahaan dengan telah  menunjuk Bank Mantap sebagai mitra bayar pensiunan serta kemitraan dengan PT Pos Indonesia dalam menggarap pasar pensiunan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Bank Mantap mensejahterahkan pensiunan dan pengusaha kecil,” tutur Nixon.

Menurut Nixon, hingga Sementer pertama tahun ini, kinerja Bank Mantap menunjukan hal yang menggembirakan, dimana Perseroan mampu membukukan laba sebesar Rp 47,7 Miliar atau meningkat sebesar 170,04 persen dibandingkan periode sama sebelumnya, total asset tumbuh 118,9 persen dari Rp 2,57 Triliun menjadi Rp 4,30 Triliun, DPK yang berhasil dihimpun meningkat 139,18% dari Rp 1,23 Triliun menjadi Rp 3,49 Triliun.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos :

Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) dimiliki tiga BUMN, yaitu PT Bank Mandiri 58,25 %, PT Taspen dan PT Pos Indonesia masing-masing 20,20 % serta 1,35 % dimiliki oleh individu. Jaringan kantor saat ini berjumlah 109 dengan pegawai lebih dari 1000 orang.

Susunan Direksi Bank Mantap  :

-          Direktur Utama         :   Nixon L.P. Napitupulu

-          Direktur                       :   Ida Ayu Kade Karuni

-          Direktur                       :   Josephus Koernianto Triprakoso

-          Direktur                       :   Nurkholis Wahyudi

-          Direktur                       :   Paulus Endra Suyatna

-          Diirektur                      :   Ihwan Sutardiyanta

Jun
Pembayaran Manfaat Pensiun, Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis
Pembayaran Manfaat Pensiun, Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis

Tabanan, 01 Juni 2016 – PT Bank Mandiri Taspen Pos atau yang dikenal dengan nama Bank Mantap menggelar acara perdana layanan pembayaran manfaat pensiun, pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bekerjasama dengan Mandiri Inhealth, yang diadakan di Bank Mandiri Taspen Pos Kantor Cabang Tabanan.

 

Acara tersebut diikuti oleh kurang lebih 100 orang pensiunan yang sekaligus menerima pembayaran gaji pensiunan yang dibayarkan setiap bulannya melalui Bank Mantap sebagai mitra bayar.

 

“Usia pensiun identik dengan masa lanjut usia sehingga wajar cenderung kesehatan akan menurun, namun kami tidak ingin itu menjadi momok yang menakutkan bagi para pensiunan, pensiuan sebenarnya hanya berhenti dari pekerjaan rutin pada Instansi atau Perusahaan orang lain dan mulai mengisi waktu yang terlewatkan untuk bekerja atau berusaha sendiri pada bidang atau kegiatan yang lain dan semua itu harus didukung dengan kesehatan yang baik”, ucap Paulus Endra Suyatna yang menjabat sebagai Direktur Procurement, Pension & Wealth Management Bank Mantap.

 

Dalam kesempatan tersebut Ida Ayu Kade Karuni selaku Direktur Compliance & Human Capital menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi atas antusiasme para pensiunan yang penuh semangat mengikuti acara yang digelar oleh Bank Mantap, dan berharap agar acara-acara serupa dapat dilaksanakan secara kontinyu untuk menciptakan hubungan yang baik dengan para pensiunan.  Disamping itu Ida Ayu Kade Karuni juga  berharap bahwa dengan kegiatan ini dapat mengubah pola pikir yang selama ini berkembang bahwa pensiunan identik dengan tidak bisa apa-apa, dalam masa pensiun adalah masa bebas dan menjadi tuan atas diri sendiri dalam mengisi hidup yang selama ini terlewatkan dengan rutinitas kantor, diantaranya masih banyak pensiunan yang memiliki usaha, berkarya dan masih mampu untuk membiayai keluarga, tuturnya.

 

Paulus Endra Suyatna yang akrab dipanggil dengan Pak Endro menambahkan bahwa, sejalan dengan tagline Bank Mantap, untuk memberdayakan, mensejahterakan dan memuliakan, kami ingin semua stakeholder kami sejahtera termasuk para pensiunan, sebagaimana kita ketahui bersama Bank Mantap dimiliki oleh tiga BUMN besar yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos. Khususnya Taspen kita ketahui merupakan perusahaan pelat merah yang memang secara total berkecimpung dalam pengelolaan dana pensiunan sehingga sangat pas rasanya untuk kita meneruskan tugas dari Taspen tersebut dalam mengelola pensiuan.

 

Kita memiliki produk-produk yang khusus menyasar pensiunan, berupa Simpanan Si Mantap berhadiah Langsung maupun Kredit Pensiunan, sesuai dengan spirit pembentukan Bank Mantap untuk mensejahterakan maka kami akan selalu membuat program-program sesuai kebutuhan, sederhana, kompetitif dan memenuhi kebutuhan nasabah sesuai segmen serta memberikan imbal hasil yang optimal, tutup Endro.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)

Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan April 2016 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi 3,424.6 triliun atau tumbuh sekitar 89.3%, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3  mencapai 2,659.5 triliun atau tumbuh sampai dengan 142.3%, untuk penyaluran kredit berkisar 2,269.2 triliun atau meningkat sampai 130.7%, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 15.2 miliar atau naik sampai dengan 68.4%. 

Saat ini Bank Mandiri Taspen Pos mempunyai jaringan kantor sebanyak 108 kantor tersebar di seluruh Bali dan luar bali.

Susunan Pengurus Bank Mandiri Taspen Pos sebagai berikut :

- Direktur Utama, Nixon LP. Napitupulu 

- Direktur Compliance & HC, Ida Ayu Kade Karuni

- Direktur Finance & Risk Management, Josephus Koernianto Triprakoso 

- Direktur Business, Nurkholis Wahyudi 

- Direktur Procurement, Pension & Wealth Management, Paulus Endra Suyatna 

- Direktur IT, Network & Operation, Ihwan Sutardiyanta 

 

 

PT. Bank Mandiri Taspen Pos,

Corporate Secretary & Legal

Apr
Bank Mantap dan Jamkrindo jalin Kerja Sama
Bank Mantap dan Jamkrindo jalin Kerja Sama

Jakarta, Jumat tanggal 29 April 2016, bertempat di Kantor Pusat Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) telah ditanda tangani perjanjian kerjasama antara PT Bank Mandiri Taspen Pos atau disingkat Bank Mantap dengan Jamkrindo. Perjanjian kerja sama yang ditandatangni terkait dengan Penjaminan Kredit Umum dan Penjaminan Kredit Pensiun.

 

Bisnis Bank Mantap yang semakin berkembang, memerlukan adanya proteksi yang aman atas kredit-kredit yang disalurkan, karena itu Bank Mantap menggandeng Jamkrindo untuk menjalin kerja sama dalam hal penjamin kredit.  Sampai dengan  Maret 2016 kredit yang disalurkan mencapai Rp. 2.048.546 juta atau meningkat sebesar 112,94 % dari bulan yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp. 952.032 juta.. Posisi NPL Bank Mantap posisi Maret 2016 adalah relative kecil yaitu  0,6 %, dan  cendrung mengalami penurunan dari bulan-bulan sebelumnya, demikan diungkapkan Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama Bank Mantap.

 

Lebih lanjut Nixon mengatakan : “Bank Mantap adalah merupakan bank hasil joint venture tiga BUMN yaitu Bank Mandiri, Taspen dan Pos Indonesia, dimana ke depan sektor bisnis pensiunan akan menjadi andalan utamanya, namun tidak meninggalkan sektor UMKM yang selama ini telah membesarkannya. Target menjadi salah satu bank terbesar di sektor pensiunan di Indonesia adalah bukan tanpa alasan. Selain didukung dengan jaringan kantor yang terus bertambah hingga saat ini telah berjumlah 109 kantor dan rencana penambahan 34 jaringan kantor baru pada tahun 2016 di beberapa daerah di Indonesia.  Juga didukungan penuh oleh PT Taspen selaku induk perusahaan dengan telah  menunjuk Bank Mantap sebagai mitra bayar pensiunan serta kemitraan dengan PT Pos Indonesia dalam menggarap pasar pensiunan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Bank Mantap mensejahterahkan pensiunan dan pengusaha kecil”. 

 

Hingga triwulan pertama tahun ini, kinerja Bank Mantap menujukkan hal yang menggembirakan, dimana Perseroan mampu membukukan laba sebesar Rp.11,294 juta atau meningkat sebesar 50,72% dibandingkan periode sama sebelumnya, asset tumbuh 82,22% dari Rp. 1,800,974 juta menjadi Rp.3,281,757 juta, kredit yang disalurkan tumbuh 112,94% dari Rp.962,032 juta menjadi Rp.2,048,546 juta, DPK yang berhasil dihimpun meningkat 132,15% dari Rp.1,087,768 juta menjadi Rp.2,525,256 juta dan ratio NPL gross turun 54,8 % dari 1,4% menjadi 0,6%, demikian kata Nixon mengakhiri obrolannya,

 

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos  :

Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) dimiliki tiga BUMN, yaitu PT Bank Mandiri 58,25 %, PT Taspen dan PT Pos Indonesia masing-masing 20,20 % serta 1,35 % dimiliki oleh individu. Jaringan kantor saat ini berjumlah 109 dengan pegawai lebih dari 1000 orang. 

 

Susunan Direksi Bank Mantap  :

- Direktur Utama  :   Nixon LP Napitupulu

- Direktur :   Ida Ayu Kade Karuni

- Direktur  :   Josephus Koernianto Triprakoso

- Direktur  :   Nurkholis Wahyudi 

- Direktur  :   Paulus Endra Suyatna

- Diirektur :   Ihwan Sutardiyanta

Jan
Tabungan-Ku
Tabungan-Ku

TabunganKu adalah tabungan untuk perorangan Warga Negara Indonesia dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh perbankan di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Manfaat/Fasilitas :

  1. Mendapat buku tabungan
  2. Bebas biaya administrasi bulanan dan suku bunga sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  3. Dapat melakukan penyetoran di seluruh kantor Bank Mantap
  4. Minimal setoran tabungan Rp 10.000,-
  5. Bebas biaya buku tabungan pembukaan dan penggantian karena penuh/hilang
  6. Mendapatkan kartu ATM Bank Mantap untuk melakukan penarikan, pembayaran tagihan telepon melalui ATM di seluruh outlet ATM Bank Mantap dan Bank Mandiri

Biaya - Biaya :

      Biaya penutupan rekening Rp 20.000,-

Persyaratan Pembukaan Rekening TabunganKu :

  1. Setoran awal pembukaan rekening minimum Rp 20.000,- dan minimal saldo Rp 20.000,-
  2. Melampirkan copy identitas diri yang masih berlaku seperti KTP/SIM/Paspor/KIMS/KITAS
  3. Bagi calon nasabah yang berumur kurang dari 17 tahun dapat menggunakan kartu pelajar, surat keterangan sekolah yang disertai dengan dokumen identitas dan surat persetujuan dari orang tua atau pihak lain yang bertanggung jawab terhadap pelajar (calon nasabah) tersebut
  4. Apabila pelajar belum memiliki tanda tangan yang jelas, harus diwakilkan oleh tanda tangan orang tua atau wali
Jan
Bank Mantap Perluas Akses Perbankan,
Bank Mantap Perluas Akses Perbankan,

Lubuk Linggau, 5 Juli 2017 – Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) terus memperluas jangkauan layanan untuk membuka akses perbankan yang lebih besar bagi masyarakat. Untuk itu, Bank Mantap membuka Kantor Kas di kawasan Kota Lubuk Linggau ProvinsiSumatera Selatan sebagai salah satu realisasi langkah strategis tersebut.

Kantor Kasbaru yang terletak di Jl.Yos Sudarso Lubuk Linggau itu diresmikan oleh Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso dan disaksikan oleh Direktur Perencanaan  & Teknologi Informasi PT Taspen (Persero) Faisal Rachman, Walikota Lubuk Linggau Drs. H.S.N. Prana Putra Sohe, M.M, Direktur Bank Mantap Paulus Endra S serta para pejabat Muspida wilayah Lubuk Linggau dan sekitarnya. pada Rabu (05/07/17).

Menurut Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso, jaringan Kantor Kas yang baru tersebut diaharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan ekonomi di wilayah Kota Lubuk Linggau dan sekitarnya.

“Kami ingin terus meningkatkan peran aktif dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat umumnya dan pensiunan PNS serta TNI/Polri khususnya, pembukaan Kantor Kas baru ini diharapkan dapat mendukung keinginan tersebut, sehingga Bank Mantap dapat tetap tumbuh bersama masyarakat,” kata Jos.

Kantor Kas Lubuk Linggau merupakan jaringan kantor yang live ke 4 dari target 57 seluruh jaringan KantorCabang, Kantor CabangPembantu dan Kantor Kashingga akhir tahun 2017 merupakan bagian dari perluasan layanan dan akses perbankan 2017 yang berbarengan dengan livenya Kantor Kas Ciamis Jawa Barat, Bantul Yogyakarta dan Tulungagung Jawa Timur.

“Saatini, jumlahjaringan kantor Bank Mantap di seluruh Indonesia mencapai 133KantorCabang, Kantor CabangPembantu dan Kantor Kas. Dari jumlahtersebut, jaringankantor yang berada di wilayahPulau Sumatera sebanyak 11 unit kantor dan dalam waktu dekat direncanakan akan memebuka 4 jaringan kantor lagi di Pulau Sumatera,” ungkap Jos..

Sementara Direktur Bank Mantap Paulus Endra S. mengatakan, jumlah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tercatat pada tahun 2017 di provinsi Sumatera Selatan berjumlah sekitar 45.000 pensiunan atau 11% dari keseluruhan pensiunan PNS di pulau Sumatera yang berjumlah sekitar 407.256 pensiunan.

“Semenjak operasionalnya KC Palembang pada tanggal 10 Desember 2015 Jumlah pensiunan yang telah menjadi debitur Bank Mantap di provinsi Sumatera Selatan berjumlah 952 pensiunan, dengan total pembiayaan per 30 Juni 2017 yang telah diberikan sebesar Rp 155,1 miliar atau tumbuh 281,2% dari periode sebelumnya. Semoga dengan livenyaKantor Kas Lubuk Linggau mendukung portofolio kredit pensiunan KC Palembang sebesar Rp 234 miliar pada akhir tahun 2017,” tutup Endro.

Tentang Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap)
Bank Mantap merupakan bentukan dari 3 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Taspen (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero)  yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen Pos per tanggal 7 Agustus 2015 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Juni 2017 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 9,79 triliun atau tumbuh sekitar 136,4% dari periode yang sama sebelumnya, sedangkan posisi Dana Pihak Ketiga mencapai Rp 7,98 triliun atau tumbuh sampai dengan 137,5%, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 7,54 triliun atau meningkat sampai 174,4%, khusus untuk penyaluran kredit  pensiunan sebesar Rp 5,22 triliun dengan persentase tumbuh 552,1%,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 67,5 miliar atau naik sampai dengan 178% dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap telah menambah 23 jaringan kantor dari tahun 2016 dengan total jaringan kantor pada Juni 2017 sebanyak 133 unit ditambah dengan layanan 9 mobil kas keliling.


Susunan pengurus perseroan sebagai berikut


Dewan Komisaris :
1.  Komisaris Utama - Abdul Rachman
2.  Komisaris - Agus Haryanto
3.  Komisaris Independen - Edhi Chrystanto
4.  Komisaris Independen - Sukoriyanto Saputro
5.  Komisaris Independen - I Wayan Deko Ardjana


Direksi :
1. Direktur Utama - Josephus K. Triprakoso *)
2. Direktur - Paulus E. Suyatna
3. Direktur - Nurkholis Wahyudi
4. Direktur - Ida Ayu Kade Karuni
5. Direktur - Muhamad Gumilang *)


*) efektif setelah dinyatakan fit & proper oleh OJK

 

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen Pos

Jan
Berita : Bank Mantap Mencatatkan Obligas
Berita : Bank Mantap Mencatatkan Obligas

Jakarta, 12 Juli 2017 – Penerbitan obligasi oleh Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) senilai Rp 2 Triliun dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, obligasi yang telah mendapatkan peringkat AA (idn) dari Fitch Rating yakni Seri A yang memiliki nilai emisi Rp 1,5 triliun dengan tingkat bunga tetap 8,5 persen pertahun dan jangka waktu 3 tahun. Seri B memiliki nilai emisi Rp 500 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75 persen dan jangka waktu 5 tahun, dengan empat perusahaan penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, BCA Sekuritas, Danareksa Sekuritas dan Bahana Sekuritas.

Pada yang kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan bahwa Bank Mantap membutuhkan obligasi di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit pada Q2 2017 secara tahunan tumbuh sebesar 174,4 persen pada Juni 2017 menjadi Rp 7,54 triliun dari Rp 2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, menopang pertumbuhan aset perseroan yang tercatat sebesar Rp 9,79 triliun atau tumbuh 136,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Pencapaian tersebut tak lepas dari komitmen perseroan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pensiunan PNS serta TNI/Polri yang bertujuan memperkuat kemandirian nasional dan meningkatkan daya saing. Sebagai perusahaan anak Bank Mandiri dan Taspen, Bank Mantap telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 5,6 triliun atau tumbuh 211,5 persen yoy, yang disalurkan untuk pembiyayaan kredit Retail Rp 1,11 triliun dan kredit Mikro sebesar Rp 1,19 triliun,” ungkap Jos.

Secara segmentasi, Jos melanjutkan, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke seluruh bisnis dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen pensiunan yang mencapai 552,1 persen menjadi Rp 5,22 triliun pada akhir bulan Juni 2017. Selain itu atas peningkatan penyaluran kredit dan akuisisi nasabah pensiunan dan UMKM, perseroan juga telah berhasil membukukan laba menjadi sebesar Rp 67,51 miliar pada akhir bulan Juni 2017 atau meningkat sebesar 178 persen secara yoy.

“Peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 65,90 persen dibulan Juni 2017 atau turun sebesar -7,23 persen dari tahun 2016 sebesar 73,12 persen,” tutur Jos.

Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mantap juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp 7,98 triliun pada Juni 2017 dari Rp 3,36 triliun pada tahun sebelumnya atau tumbuh 137,57 persen yoy. Dari pencapaian tersebut, didorong oleh peningkatan Deposito sebesar Rp 2,79 triliun menjadi Rp 6,77 triliun atau tumbuh 142,37 persen yoy dan dana murah (giro dan tabungan) yang mencapai Rp 1,21 triliun tumbuh 113,91 persen dari periode sebelumnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pembiayaan dan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mantap terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Juni 2017, Bank Mantap telah memiliki jaringan kantor 146 unit yang rencananya pada akhir 2017 berjumlah 186 unit ditambah dengan layanan 9 mobil kas keliling.