info mantap
Feb
Bank Mantap Luncurkan Layanan Digital Untuk Para Nasabah
Bank Mantap Luncurkan Layanan Digital Untuk Para Nasabah

Denpasar, 24 Februari 2019–Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) meluncurkan fitur baru berupa layanan Teller dan Customer Service yaitu E-Otentikasi dan layananSmart Branch System (SBS)pada event tahunan Bank Mantap yaitu Festival Mantap Indonesia (FMI). Kedua layanan tersebut dirancang khusus dalam melayani nasabah pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri.

Direktur Utama Josephus K. Triprakoso mengatakanuntuk menjadi leading pension business Bank, Bank Mantap terus memacu tranformasi digitalisasi layanan untuk mempermudah dan mempercepat akses nasabah. Dengan layanan yang baru yaitu E-Otentikasi dan SBS merupakan bentuk adaptasi perseroan terhadap trend dan kebutuhan layanan modern.

“Pada layanan E-Otentikasi merupakan solusi bagi para nasabah pensiunan PNS dan TNI/Polri yang tidak datang ke cabanguntuk proses otentikasi dengan mekanisme awal yaitu enrollmentdisetiap cabang Bank Mantap. Keunggulan layanan E-Otentikasi yaitu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja pensiunan berada, layanan ini dapat diakses dengan menggunakan gadget IOS maupun android,” ujar Josephus saat peluncuran layanan E-Otensikasi dan SBS di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Minggu (24/2).

Pada saat yang sama Direktur IT & Operations Bank Mantap Iwan Soeroto menambahan, dalam meningkatkan layanan kepada nasabah, Bank Mantap secara resmi meluncurkan SBS dalam memudahkan transaksi di kantor cabang Bank Mantap.Semula layanan dicabang yang dimulai mengisi slip transfer, tarik tunai dan transaksi lainnya menggunakan kertas saat ini digantikan layanan digital SBS dengan hanya menggesek kartu ATM.

“Dengan adanya layanan SBS ini para nasabah hanya memencet tombol di screen PCtidak perlu repot mengisi slip transaksi yang berisiko salah dalam penulisan dan dapat mempercepat layanan transaksi serta efisien di kantor cabang sehingga tidak perlu antri lama. Layanan digital ini ramah lingkungan dikarenakan paperlessdan merupakan bagian bentuk dari kepedulian terhadap issue lingkungan,” kata Iwan.

Diujung peluncuran layanan, Bank Mantap melakukan sesi demofitur layanan E-Otensikasi dan SBS kepada nasabah pensiunan ASABRI yaitu I Nyoman Sudiarga dan pensiunan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) M. Nazhar Faqi didepan 3500 peserta event FMI.

 

Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)

 

Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan akhir bulan Desember 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 20,94 triliun atau tumbuh sekitar53persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 15,16 triliun atau tumbuh sampai dengan 56,8 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 15,52 triliun atau meningkat sampai 47,8 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 14,01 triliun dengan persentase tumbuh 64,7 persen,  sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 333,47 miliar atau naik sampai dengan 108,4 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan yang tersebar di 34 provinsi.

 

Susunan pengurus perseroan antara lain sebagai berikut :

 

Dewan Komisaris :

1. Komisaris Utama            : Abdul Rachman
2. Komisaris                       : Agus Haryanto
3. Komisaris Independen   : Edhi Chrystanto
4. Komisaris Independen   : Sukoriyanto Saputro
5. Komisaris Independen   : Zudan Arif Fakrulloh


Direksi :
1. Direktur Utama              : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur                         : Paulus E. Suyatna
3. Direktur                         : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur                         : Iwan Soeroto

 

Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

 

 

Feb
Pemindahan Alamat Kantor Pusat Bank Mandiri Taspen
Pemindahan Alamat Kantor Pusat Bank Mandiri Taspen

 Diberitahukan kepada seluruh Stakeholder, Nasabah dan Mitra Bisnis PT. Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) bahwa berdasarkan surat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-5/PB.1/2019 tanggal 28 Januari 2019 perihal Rencana Pemisahan dan Pemindahan Alamat Kantor Pusat, maka terhitung mulai tanggal 11 Maret 2019 Kantor Pusat Bank Mantap efektif akan pindah alamat kantor dengan penjelasan sebagai berikut :

 

 

Sehubungan perpindahan Kantor Pusat, kami sampaikan sebagai berikut :

1. Segala hal yang terkait dengan surat-menyurat, telepon/fax dan keperluan administrasi lainnya, ditujukan ke alamat baru tersebut.

2. Apabila membutuhkan penjelasan lebih lanjut atas perpindahan alamat Kantor Pusat baru, dapat menghubungi Sekretaris Perusahaan pada nomor telepon 0816891792/(021) 3919161 atau email corporate.secretary@bankmantap.co.id.

Demikian pengumuman ini disampaikan.

Denpasar, 6 Februari 2019

Ttd

Direksi

 

Dec
Himbauan Tidak Memberikan Hadiah Bingkisan Dalam Rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019
Himbauan Tidak Memberikan Hadiah Bingkisan Dalam Rangka Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019

Sehubungan dengan perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2019, dalam rangka menerapkan prinsip – prinsip Good Corporate Governance dan menjaga integritas serta kode etik pegawai PT Bank Mandiri Taspen (“Bank Mantap”), dengan hormat kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan (Stakeholders) Bank Mantap untuk tidak memberikan bingkisan, parsel maupun hadiah dalam bentuk apapun kepada seluruh Jajaran Bank Mantap.

Apabila terdapat Jajaran Bank Mantap yang meminta atau menerima hadiah dari seluruh Stakeholders, maka kami mohon untuk menyampaikan informasi di whistleblowing system Bank Mantap pada website corporate www.bankmantap.co.id untuk dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh Stakeholders Bank Mantap atas dukungan dan kerjasamanya sehingga kami tetap dapat menjaga integritas dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan mitra kerja sebagaimana semboyan kami untuk menjadi mitra terbaik dan terpercaya dalam memberdayakan dan mensejahterakan.

Demikian kami sampaikan

Denpasar, 21 Desember 2018

PT Bank Mandiri Taspen

Ttd

Direksi

Dec
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan Bagi Para Bidan di Semarang
Bank Mantap Gelar Edukasi Perbankan Bagi Para Bidan di Semarang

Semarang, 21 Desember 2018 – Dalam rangka menjalankan program literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Kantor Pusat menyelenggarakan Edukasi Perbankan Dalam Rangka Meningkatkan Literasi Kepada Masyarakat. Bertempat diHotel Dafam Semarang, dengan mengambil tema Edukasi Perbankan & Literasi Keuangan “Program Pengenalan Perbankan dan Keuangan”.


Acara edukasi perbankan dibuka oleh Paulus Endra Suyatna selaku Direktur Compliance & Risk Bank Mantap yang dalam sambutannya mengatakan pada tahun 2018 sasaran program edukasi tersebut adalah para pensiunan PNS yang tergabung dalam komunitas PWRI dan pensiunan TNI/POLRI yang tergabung dalam komunitas PEPABRI. Untuk, kegiatan edukasi di Semarang ini menghadirkan 100 peserta yang terdiri dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Tengah dan Komunitas Bidan Kota Semarang. Edukasi ini dioptimalisasikan kepada para bidan agar dapat mengenal tentang produk perbankan dan peningkatan pengetahuan serta pemahaman terhadap lembaga produk dan layanan jasa keuangan.


“Edukasi perbankan tersebut bertujuan dalam rangka implementasi Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) dan menginformasikan fitur dasar produk serta layanan jasa keuangan, termasuk memberikan keterampilan terkait manfaat biaya dan risiko dalam memanfaatkan produk Bank yang dibutuhkan pensiunan untuk selalu produktif dan aktif sesuai dengan visi misi perseroan” ujar Endra


Endra menambahkan, edukasi yang diadakan di Semarang merupakan bagian dari road show di beberapa kota besar di Indonesia yang sebelumnya diadakan di kota Makassar, Denpasar dan Kupang, penyelenggaraan edukasi perbankan ini dilakukan secara rutin yang merupakan amanat dari OJK kepada seluruh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK).
Dalam kegiatan edukasi, Bank Mantap juga memberikan pemeriksaan gratis kepada para peserta bekerjasama dengan Klinik Nawang Medista Pratama, menghadirkan 3 (tiga) tenaga pemeriksa kesehatan, peserta dapat melakukan pengecekan kadar gula darah, kolesterol dan lainnya.


Tentang Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap)


Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari 2 BUMN yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.


Sampai dengan bulan Oktober 2018 total Asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp18,56 triliun atau tumbuh sekitar 45,8 persen, sedangkan posisi Dana Pihak ke-3 mencapai Rp 14,02 triliun atau tumbuh sampai dengan 60,5 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 14,76 triliun atau meningkat sampai 53,5 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 13,20 triliun dengan persentase tumbuh 75,7 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 290,6 miliar atau naik sampai dengan 132,1 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.


Dewan Komisaris :
1. Komisaris Utama : Abdul Rachman
2. Komisaris : Agus Haryanto
3. Komisaris Independen : Edhi Chrystanto
4. Komisaris Independen : Sukoriyanto Saputro
5. Komisaris Independen : Zudan Arif Fakrulloh


Direksi :
1. Direktur Utama : Josephus K. Triprakoso
2. Direktur : Paulus E. Suyatna
3. Direktur : Nurkholis Wahyudi
4. Direktur : Iwan Soeroto


Bambang T. Pramusinto

Corporate Secretary & Legal

PT Bank Mandiri Taspen

Dec
Besarkan Bank Mantap Mandiri dan Taspen Injeksi Modal
Besarkan Bank Mantap Mandiri dan Taspen Injeksi Modal

Jakarta, 18 Desember 2018 – Untuk mendukung aspirasi menjadikan Bank Mantap sebagai bank kebanggaan Indonesia di segmen pensiunan, Bank Mandiri dan Taspen sepakat untuk memperkuat struktur permodalan dengan penambahan modal sebesar Rp500 Milyar. Penambahan modal ini dibutuhkan untuk mengimbangi pertumbuhan bisnis Bank Mantap yang sangat pesat, dimana pertumbuhan aset tahun 2017 mencapai 85% yoy dan risiko terjaga dengan NPL <0,7%.

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Sulaiman A. Arianto, Bank Mandiri dan Taspen juga terus meningkatkan sinergi dengan menambah modal Bank Mantap sebesar Rp 500 Miliar. “Penguatan modal ini dapat meningkatkan size Bank Mantap yang saat ini masuk ke bank BUKU II. Peningkatan ini dapat mendorong Bank Mantap mengoptimalkan potensi pasar yang masih sangat besar sehingga mampu mendorong bisnis perseroan,” kata Sulaiman.

“Penambahan modal TASPEN di Bank Mantap ini merupakan wujud nyata TASPEN dalam membesarkan Bank Mantap untuk menjadi bank berskala nasional dan menjadi The Best Pension Bank in Indonesia”, ujar Direktur Utama TASPEN, Iqbal Latanro. Lebih lanjut, penambahan modal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ASN melalui program pembiayaan perumahan untuk ASN dan kredit pensiunan sampai usia 75 tahun oleh Bank Mantap.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso mengemukakan bahwa, suntikan modal tersebut merupakan indikator bahwa perusahan induk percaya terhadap kinerja dan layanan Bank Mantap. “Dengan penambahan modal ini, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mantap mencapai 19,83% dan dapat mendukung ekspansi bisnis di sektor layanan digital serta penambahan jaringan kantor di tahun 2019,”  ujarnya.

Pada saat yang sama, komposisi kepemilikan di Bank Mantap berubah menjadi 51,077% kepemilikan Bank Mandiri dan 48,416% kepemilikan Taspen. Perubahan komposisi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) untuk terus memajukan Bank Mantap.

Bank Mantap merupakan bank patungan hasil sinergi 2 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Bank Mandiri dan Taspen. Sebelumnya, bank tersebut bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya ijin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru tersebut.

Sampai dengan bulan Oktober 2018, total Aset Bank Mantap mencapai Rp18,56 triliun, tumbuh sekitar 45,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bank Mantap mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 14,76 triliun hingga Oktober 2018 atau meningkat sampai 53,5 %.

Khusus untuk kredit pensiunan,  Bank Mantap telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 13,20 triliun dengan persentase tumbuh 75,7%. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 220 jaringan yang tersebar di 28 provinsi.

Dec
Risalah RUPS Luar Biasa Tahun 2018
Risalah RUPS Luar Biasa Tahun 2018

Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Taspen yang diselenggarakan hari Jumat, 30 November 2018 bertempat di Movenpick Resort – Jimbaran, Bali, sebagai berikut:

KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT BANK MANDIRI TASPEN:

  1. Agenda I:   Persetujuan Perubahan Komposisi Pemegang Saham Sehubungan Dengan Pengalihan Sebagian Saham Perseroan Milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kepada PT Taspen (Persero).

       Keputusan:

  1. Menyetujui pengalihan 114.292.502 (seratus empat belas juta dua ratus sembilan puluh dua ribu lima ratus dua) saham yang mewakili 8,39% (delapan koma tiga sembilan persen) dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan milik Bank Mandiri kepada Taspen (“Pengalihan Saham”) yang akan berlaku efektif setelah terpenuhinya seluruh kondisi prasyarat dalam PPJB, termasuk persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Pengalihan Saham serta berlaku efektifnya Pengalihan Saham tersebut sebagaimana tercantum pada Akta Jual Beli Saham (“Tanggal Efektif Pengalihan Saham”).
  2. Menyetujui perubahan komposisi Pemegang Saham Perseroan setelah Tanggal Efektif Pengalihan Saham menjadi sebagai berikut:
  1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 695.363.368 (enam ratus sembilan puluh lima juta tiga ratus enam puluh tiga ribu tiga ratus enam puluh delapan) saham dengan nominal seluruhnya  Rp347.681.684.000,- (tiga ratus empat puluh tujuh miliar enam ratus delapan puluh satu juta enam ratus delapan puluh empat ribu rupiah) yang mewakili 51,05% (lima puluh satu koma nol lima persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT. Taspen (Persero) memiliki 659.141.370 (enam ratus lima puluh sembilan juta seratus empat puluh satu ribu tiga ratus tujuh puluh) saham dengan nominal seluruhnya Rp329.570.685.000,- (tiga ratus dua puluh sembilan miliar lima ratus tujuh puluh juta enam ratus delapan puluh lima ribu rupiah) yang mewakili 48,39% (empat puluh delapan koma tiga sembilan persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nominal seluruhnya Rp 3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0.56% (nol koma lima enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  1. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait Pengalihan Saham tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Pertama ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai Pengalihan Saham ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  1. Agenda II:  Persetujuan Penambahan Modal Dasar, Modal Ditempatkan Dan Modal Disetor Perseroan Dengan Pengeluaran Saham Baru Yang Akan Diambil Bagian Oleh Pemegang Saham Perseroan .

      Keputusan:

  1. Menyetujui perubahan Modal Dasar Perseroan yang semula sebanyak 362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, dengan nilai nominal seluruhnya Rp68061.085.000 (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) menjadi sebanyak 503.405.018 (satu miliar lima ratus tiga juta empat ratus lima ribu delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp75702.509.000 (tujuh ratus lima puluh satu miliar tujuh ratus dua juta lima ratus sembilan ribu rupiah).
  2. Menyetujui perubahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan yang semula sebanyak 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, dengan nilai nominal seluruhnya Rp681.061.085.000 (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) menjadi 1.502.614.918 (satu miliar lima ratus dua juta enam ratus empat belas ribu sembilan ratus delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp751.307.459.000,- (tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).
  3. Menyetujui pengeluaran saham baru oleh Perseroan sebanyak 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham dengan harga penyetoran Rp539,- (tiga ribu lima ratus tiga puluh sembilan Rupiah) per saham yang akan diambil bagian dan disetor oleh pemegang saham Perseroan yakni Bank Mandiri danTaspen sesuai dengan persentase kepemilikan saham mereka di Perseroan setelah efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Pertama, dengan rincian yang disebutkan di bawah ini, setelah terpenuhinya seluruh persyaratan terkait pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta penyetorannya oleh Bank Mandiri dan Taspen, sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan, Bank Mandiri, dan Taspen:
  1. Bank Mandiri mengambil bagian sejumlah 72.124.893 (tujuh puluh dua juta seratus dua puluh empat ribu delapan ratus sembilan puluh tiga) saham; dan
  2. Taspen mengambil bagian sejumlah 68.367.855 (enam puluh delapan juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu delapan ratus lima puluh lima) saham.
  1. Pelaksanaan peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor serta pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta pengambilan bagian dan penyetoran atas saham baru tersebut oleh pemegang saham Perseroan sebagaimana dimaksud pada keputusan-keputusan di atas akan dicatatkan sebagai berikut
  1. Penambahan saham baru sejumlah 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham dengan nilai nominal keseluruhan sebesar Rp70.246.374.000 (tujuh puluh miliar dua ratus empat puluh enam juta tiga ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) masing masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah), dicatatkan sebagai penambahan Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan, sehingga setelah penambahan Saham Baru tersebut Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan menjadi sebesar Rp751.307.459.000,- (tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).
  2. Sebesar Rp426.957.461.172,- (empat ratus dua puluh enam miliar sembilan ratus lima puluh tujuh juta empat ratus enam puluh satu ribu seratus tujuh puluh dua rupiah) yang merupakan saham baru yang diterbitkan dan diambil bagian oleh Pemegang Saham Perseroan dikali selisih harga antara harga pari saham sebesar Rp500,- (lima ratus rupiah) per saham dengan harga pasar Rp3.539,- (tiga ribu lima ratus tiga puluh sembilan rupiah) per saham akan dicatatkan sebagai agio saham.
  1. Bagian saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham sejumlah 790.100 (tujuh ratus sembilan puluh ribu seratus) saham disimpan dalam simpanan/portepel dan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan pada waktu dan dengan cara, harga dan persyaratan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan lainnya yang berlaku.
  2. Penyetoran modal oleh Bank Mandiri dan Taspen atas pengambilan bagian saham baru yang dikeluarkan oleh Perseroan sebagaimana dimaksud pada keputusan No.3 (tiga) agenda Rapat ini dilaksanakan secara tunai dan sekaligus sesuai waktu yang akan ditetapkan oleh Direksi Perseroan, dan dinyatakan efektif setelah terpenuhinya seluruh persyaratan terkait pengeluaran saham baru oleh Perseroan serta penyetorannya oleh Bank Mandiri dan Taspen, sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku serta anggaran dasar Perseroan, Bank Mandiri, dan Taspen dimana pelaksanaan penyetoran modal tersebut harus dilaporkan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris Perseroan, termasuk mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara.
  3. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak subtitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan persetujuan Agenda Kedua Rapat ini serta pelaksanaannya
  4. Seluruh keputusan pada Agenda Kedua Rapat akan berlaku efektif setelah pelaksanaan keputusan pada Agenda Pertama Rapat berlaku efektif.

 

  1. Agenda III:  Persetujuan Perubahan Komposisi Pemegang Saham Perseroan Sehubungan Dengan Pengambilan Bagian Saham Baru Oleh Pemegang Saham Perseroan.

      Keputusan:

  1. Dengan berlaku efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Kedua, menyetujui perubahan komposisi pemegang saham Perseroan sehubungan dengan pengambilan bagian saham baru yang diterbitkan Perseroan sejumlah 140.492.748 (seratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus empat puluh delapan) saham yang diambil bagian oleh Bank Mandiri dan Taspen, sehingga komposisi pemegang saham Perseroan menjadi sebagai berikut.
    1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 767.488.261 (tujuh ratus enam puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus enam puluh satu) saham dengan nominal seluruhnya Rp383.744.130.500,- (tiga ratus delapan puluh tiga miliar tujuh ratus empat puluh empat juta seratus tiga puluh ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 51,077% (lima puluh satu koma nol tujuh tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
    2. PT. Taspen (Persero) memiliki 727.509.225 (tujuh ratus dua puluh tujuh juta lima ratus sembilan ribu dua ratus dua puluh lima) saham dengan nominal seluruhnya Rp363.754.612.500,- (tiga ratus enam puluh tiga miliar tujuh ratus lima puluh empat juta enam ratus dua belas ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 48,416% (empat puluh delapan koma empat satu enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
    3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nominal seluruhnya Rp3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0,507% (nol koma lima nol tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait rencana penerbitan saham tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Ketiga ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai penerbitan saham ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

  1. Agenda IV:   Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan .

      Keputusan:

  1. Menyetujui mengubah pasal 4 ayat 1 dan 2 serta rincian dan nominal saham yang disebutkan pada bagian akhir Anggaran Dasar Perseroan, serta menambah 1 ayat menjadi Pasal 4 ayat 3  sehingga menjadi sebagai berikut :

Semula  :

MODAL

Pasal 4

     

Pasal 4 ayat 1    :

Modal Dasar Perseroan berjumlah Rp681.061.085.000,- (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah) terbagi atas 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham, masing-masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah).

 

Pasal 4 Ayat 2   :

Dari  Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 100 % (seratus persen) atau sejumlah 1.362.122.170 (satu miliar tiga ratus enam puluh dua juta seratus dua puluh dua ribu seratus tujuh puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp681.061.085.000,- (enam ratus delapan puluh satu miliar enam puluh satu juta delapan puluh lima ribu rupiah)

 

Diubah menjadi   :

MODAL

Pasal 4

Pasal 4 ayat 1    :

Modal Dasar Perseroan berjumlah 751.702.509.000 (tujuh ratus lima puluh satu miliar tujuh ratus dua juta lima ratus sembilan ribu rupiah) terbagi atas 1.503.405.018 (satu miliar lima ratus tiga juta empat ratus lima ribu delapan belas ) saham, masing-masing saham bernilai Rp500,- (lima ratus rupiah).

 

Pasal 4 Ayat 2   :

Dari  Modal Dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor 99,95 % (sembilan puluh sembilan koma Sembilan lima persen) atau sejumlah 1.502.614.918 (satu miliar lima ratus dua juta enam ratus empat belas ribu sembilan ratus delapan belas) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp751.307.459.000,-(tujuh ratus lima puluh satu miliar tiga ratus tujuh juta empat ratus lima puluh sembilan ribu rupiah).     

 

Pasal 4 Ayat 3:

Bagian saham yang belum dikeluarkan oleh Perseroan sejumlah 790.100 (tujuh ratus Sembilan puluh ribu seratus) saham disimpan dalam Simpanan/Portepel dan akan dikeluarkan oleh Perseroan menurut keperluan pada waktu dan dengan cara, harga dan persyaratan yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham dengan mengindahkan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan lainnya yang berlaku

Pada bagian akhir Anggaran Dasar menjadi sebagai berikut :

Semula :

Akhirnya, para penghadap masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa :

Modal ditempatkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 telah diambil bagian dan disetor penuh dengan uang tunai melalui kas Perseroan, oleh Para Pemegang saham.

  1. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 809.655.870 (delapan ratus sembilan juta enam ratus lima puluh lima ribu delapan ratus tujuh puluh) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp404.827.935.000,- (empat ratus empat miliar delapan ratus dua puluh tujuh juta sembilan ratus tiga puluh lima ribu rupiah) yang mewakili 59,44% (lima puluh sembilan koma empat empat persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT. Taspen (Persero) memiliki 544.848.868 (lima ratus empat puluh empat juta delapan ratus empat puluh delapan ribu delapan ratus enam puluh delapan) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp272.424.434.000 (dua ratus tujuh puluh dua miliar empat ratus dua puluh empat juta empat ratus tiga puluh empat ribu rupiah) yang mewakili 40.00% (empat puluh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.808.716.000,- (tiga milyar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili 0,56% (nol koma lima enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.

Diubah Menjadi:

Akhirnya, para penghadap masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas menerangkan bahwa :

Modal ditempatkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 telah diambil bagian dan disetor penuh dengan uang tunai melalui kas Perseroan, oleh Para Pemegang saham :

  1. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memiliki 767.488.261 (tujuh ratus enam puluh tujuh juta empat ratus delapan puluh delapan ribu dua ratus enam puluh satu) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp383.744.130.500 (tiga ratus delapan puluh tiga miliar tujuh ratus empat puluh empat juta seratus tiga puluh ribu lima ratus rupiah) yang mewakili 51,077% (lima puluh satu koma nol tujuh tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  2. PT Taspen (Persero) memiliki 727.509.225 (tujuh ratus dua puluh tujuh juta lima ratus sembilan ribu dua ratus dua puluh lima) saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp363.754.612.500,- (tiga ratus enam puluh tiga miliar tujuh ratus lima puluh empat juta enam ratus dua belas ribu lima ratus rupiah) yang mewakili  48,416% (empat puluh delapan koma empat satu enam persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  3. Ida Bagus Made Putra Jandhana memiliki 7.617.432 (tujuh juta enam ratus tujuh belas ribu empat ratus tiga puluh dua) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.808.716.000,- (tiga miliar delapan ratus delapan juta tujuh ratus enam belas ribu rupiah) yang mewakili  mewakili 0,507% (nol koma lima nol tujuh persen) dari seluruh saham dan disetor penuh pada Perseroan.
  1. Memberikan kuasa dan wewenang penuh dengan hak substitusi  kepada Direksi untuk melakukan tindakan sebagai berikut :
  1. Menghadap pihak-pihak terkait yang berwenang, menghadiri rapat-rapat, meminta dan memberikan keterangan-keterangan terkait rencana Perubahan Perubahan Anggaran Dasar tersebut;
  2. Melakukan setiap dan seluruh hal dan tindakan yang tepat yang dipersyaratkan atau diperlukan untuk menjalankan tujuan dan maksud dari persetujuan pada agenda Keempat ini serta pelaksanaannya;
  3. Apabila diperlukan mengajukan permohonan dan melakukan pengurusan atas pemberian persetujuan yang diperlukan, pelaporan, pendaftaran dan pengumuman oleh, pada atau melalui instansi yang berwenang mengenai Perubahan Anggaran Dasar ini sebagaimana dipersyaratkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  1. Perubahan Anggaran Dasar dimaksud dinyatakan efektif setelah berlaku efektifnya pelaksanaan keputusan Agenda Kedua Rapat serta setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan instansi terkait lainnya

 

Denpasar, 5 Desember 2018

PT. Bank Mandiri Taspen

TTD

Direksi